20.9.11

Darah Muda Darahnya Para Remajaaaaa....

Darah muda darahnya para remajaaa....u yeah...lagunya megang banget deh punya Bang Haji ini :p

gambar diambil dari sini

Siapa yang nggak pernah muda?

Siapa yang nggak pernah alay?


Yang pertama biasanya banyak yang ngaku. Saya! Saya! Tapi, kalau yang kedua, nggak jamin deh...pasti banyak yg bilang "Heh! Gw alay?! nggak lah ya..." Pfftt... nggak alay apa nggak nyadar kalau alay? :p

Alay sih nggak harus ngefans sm Justin Bieber atau SM*SH ya... (moga2 sm*shblust nggak baca blog ini jadi gw nggak di bully). Alay adalah masa ketika kita tergila-gila sm artis, atau seseorang. Kalau saya sih dulu tergila-gila sama grup band The Moffats sama boyband Westlife. Kalau ada majalah yg bonusnya poster mereka, tak jabanin sampe ke ujung dunia deh hehehe

Yah, itulah. Kenapa sy ingat masa muda (iyaaa...saya udah nggak semuda ketika lari-lari nonton konser SO7 atau nempel poster Westlife di seluruh dinding kamar)? Jadi, ada hobi baru beberapa minggu ini: nonton penghargaan musik. Ya, dari yg MTV Music Award, Grammy, Sampai Billboard Music Award. Banyak penyanyi dan grup band yang tampil di sana. Tetiba saja (latar musik film horor) JENG...JENG....seperti flash back ke zaman muda dulu.

Ya, saya pernah bermimpi menjadi seorang gitaris andal (yeah..silakan tertawa). Dulu, saya juga punya grup band, bareng teman-teman cewek SMP (saya lupa namanya). Kami latihan setiap minggu. Duit sewa studionya kami kumpulkan dari uang saku. Kalau nggak salah Rp.300 tiap hari (gede banget zaman itu). Karena kami awam alat musik (bisa cuman harmonika sama recorder [kalo gak salah namanya]), jadilah kami memanggil kawan-kawan yg jago main musik. Mereka mengajari kami. 

Saya awalnya pegang gitar. Manteblah pokoknya. Pikir saya, "I'm gonna be a guittarist." Nah, tapinya.....ada kan orang yang susah mendapatkan sesuatu karena emang takdirnya sudah demikian? Kejadian jugalah sama saya. Teman saya yang mengajari saya bermain gitar bilang: "Kamu jangan pegang gitar deh, mending pegang keyboard aja." Saya pun dengan mimik memelas berlinang air mata bertanya, "Kenapa?" Dia: "Jari kamu terlalu pendek." Huaaa... ingin rasanya menangis sambil berlari keliling lapangan depan sekolah delapan belas kali waktu itu. Tapi ya sudahlah, daripada impian saya jadi musisi nggak jadi, iya kan. Saya terima nasib aja pegang keyboard.

Tapi ya dasarnya anak muda. bosenan. Kami pun berhenti latihan nge-band. Dan kandaslah impian kami semua. Dua minggu yang lalu kami bertemu lagi di sebuah acara nikahan teman. Cerita ini pun kembali membuat kami terbahak-bahak. Ya...kami pernah punya darah muda :)

3 comments:

maya said...

megang apa e? megang sapu apa gilingan?

ah, darah muda mah wajib dimiliki sampe titik darah pegnhabisan! gk terima gw sm postingan ini. menyesatkan!

keyboard? *membayangkan si mbah main keyboard* *agak susah dpt bayangannya*

ahaha.. piss y mbah :p

maya said...

tp di atas segalanya, yg paling menarik sih potonya bangh rhomah iramah itu sih *elus2 dagu*

Meita Sandra said...

jadi...jaadi...tulisan gw ini nggak menarik menurut loe? huaaaaaa....*nangis di bawah shower*

ane maen keyboard? lu tau Stevie Wonder kalo lg maen keyboard gak? ya kayak gitu lah ane mainnya. "I just call...to say...I love you...I just call to say how much I care" *geleng kepala ke kanan geleng kepala ke kiri*