22.9.11

Just Delete or Get Used to It

"Fb mu kok ilang jeng?????????" Begitu isi SMS salah satu teman saya sore kemarin, lengkap dengan tanda tanya berderet itu. Yess saya memang sedang menonaktifkan akun Facebook saya. Sok-sokan? Ya, terserah mau bilang apa. Tapi, saya udah merasa tidak nyaman lagi, terutama minggu-minggu terakhir ini, dan puncaknya pada hari Rabu kemarin, ketika Facebook punya tampilan baru. 

Beberapa minggu terakhir memang saya telah menambahkan beberapa teman baru. Sebenarnya ada juga yang lama, lama tidak bertemu maksudnya. Ada teman-teman main waktu kecil dulu dan teman-teman SMP. Kebetulan saya adalah pengguna FB yang aktif. Sehari bisa lebih dari tiga kali memperbaharui status saya. Kebanyakan sih hanya lelucon atau kadang lirik lagu (kebanyakan bahasa Inggris). Nah, saya mulai terganggu dengan komentar-komentar teman-teman baru saya ini. Mereka kadang berkomentar tidak pada tempatnya, kadang kasar, kadang sok tahu, kadang menghakimi. Padahal, tujuan saya hanya bersenang-senang. Saya pun memikirkan cara supaya saya bisa menyetel privasi agar status saya tidak dikomentari, oleh siapa pun, bukan hanya orang-orang yg saya anggap menjengkelkan tersebut. Tapi, dengan aplikasi entah apalah Facebook yang baru ini, saya tidak dapat menemukan fitur tersebut!! What the.....Padahal, dulu bisa lho disetel gitu. 

Ada teman yang usul: Nggak mau dikomentarin? Ya nggak usah update status! Well....betul juga sih usulnya. Tapi, saya kan pengen main-main dengan status FB saya T.T

Sampai akhirnya, kemarin (hari Rabu) saya benar-benar di puncak kesabaran (halah). Tiba-tiba saja Facebook mengubah tampilannya. Hampir mirip Google + dan...semua setelan privasi berubah ke semula. Plus....tambahan apa ya namanya, di sisi kanan bar, fitur kayak statusnya bisa jalan gitu, trus kalo kursornya kita arahin ke sana, bakal muncul aktivitas kita. hoohh....ava-avaan ini teriak saya (halah lagi)!! Ini sudah melanggar privasi saya, to the max lah istilahnya. Cobak, kita bisa tau lho aktivitas teman ngomentarin status atau postingan siapa aja di situ, plus komentarnya pulak. Dulu sih ada recent activity ya, tapi kan bisa disetel gak kelihatan. Lha kalo ini gak bisa. Jadi, berarti teman-teman saya dan temannya bisa lihat aktivitas saya dong? Wah...wah...pelanggaran berat nih....

Oke, fine pikir saya. Facebook memang berhak mengumbar privasi pemilik akun, tapi kalau sudah seperti ini kok rasanya saya jadi tidak rela membuka akun saya lagi. Yah, daripada saya ngomel-ngomel di status FB saya, mending saya nonaktifkan untuk sementara akun FB saya. Mungkin sampai fitur "kepo" itu hilang. Kalaupun tidak, saya masih bisa bersenang-senang di Twitter dan blog ;)

2 comments:

maya said...

sementara? beughhh... kirain for evahhh.

ini klo ada rating 1-5, tak ksh 2 ae lah. hihihi.....

Meita Sandra said...

wahihihi udah 3 hari lho...doakan saya bisa for evaahhh ^^V *gaya orang Jepang*