21.10.11

Appendictomi (Operasi Usus Buntu)

Petunjuk membaca: post di bawah ini adalah wawancara imajiner antara saya dan diri saya. Mmm…maksudnya saya mewawancarai diri saya sendiri gitu. Yah…bosen juga kan kalau melihat bentuk postingan gitu-gitu aja. Mungkin juga saya ingin merasakan gimana sih rasanya diwawancarai. Kayak yang di tipi-tipi itu lho….lagipula, aku hafal ceritanya kayak wawancara gini (ya bayangin aja, tiap ada yang jengung aku cerita kronologis sakit). Baiklah, kita mulai saja wawancara hina dina ini! *ambil cangkul*

Oh, lupa. Kita namain apa ya saya yang ada dua di post ini? Hmm…Meita dan Mariana Renata gitu? *plakk* *sandal melayang* IYA IYAAAA…baiklah. *berpikir keras* Meita 1 dan Meita 2 saja. Meita 1 si pewawancara, Meita 2 si yang ditanya. Sutralah. Mare kita mulai saja.

Meita 1: Katanya habis sakit ya?

Meita 2: Iya, nih.

Meita 1: Sakit apa? Parah?

Meita 2: Usus buntu. Katanya stadium akut, gak tahu parah enggak, cm sakit banget.

Meita 1: Oo…

Meita 2: Kok cuma Oo…sih?

Meita 1: Eh, maaf….maksud saya, ikut prihatin.

Meita 2: Makasih.

Meita 1: Trus, berapa lama di rumah sakit?

Meita 2: Di rumah sakitnya cuma 4 hari.

Meita 1: Ceritain dong waktu pertama kali masuk rumah sakit.

Meita 2: *mengernyitkan kening* (siapa loe nyuruh2, mgk gini jg kali ya perasaan selebriti kalo diwawancarai) haiyah.
Jadi gini, awalnya aku sakit di perut kanan bawah. Sakitnya menjalar sampai punggung, sakitnya kayak ada yang kerok-kerok bagian dalam. Sampe 4 hari, badan kok mulai demam, aku nggak kuat. Akhirnya ke dokter. Oleh dokter ditanya-tanya kan. Nah, dokternya mendiagnosis kemungkinan batu ginjal. Pucatlah ane. Tapi dikasih obat, sama suruh minum air putih yang banyak. Dua hari sembuh sih.

Meita 1: lho katanya usus buntu, kok batu ginjal?

Meita 2: bentar, dengerin dulu napa!!

Meita 1: Oh, maaf

Meita 2: Nah, setelah itu…sembuh…aku beraktivitas seperti biasa, kayak jemur gabah, macul di sawah, angkut semen. Eh, maksudku ya aku berangkat kantor seperti biasa. Petaka datang sepuluh hari setelahnya *menatap langit* *turun traktor* *bajak sawah*

Meita 1: *tidur*

Meita 2: Hoii….bangun!!!

Meita 1: Oh, iya. Trus? *lap iler*

Meita 2: Tiba-tiba aja sepuluh hari setelah itu, kambuh lagi. Kali ini lebih sakit. Karena obat dari dokter yg kemarin masih, aku minum. Tapi, kok nggak berkurang sakitnya. Malah makin menjadi disertai demam. Aku menghubungi orang rumah. Nggak ada yang bales, telpon nggak diangkat. Aku merasa orang paling menyedihkan di dunia. Hiks…*lap ingus*

Meita 1: *puk-puk* yang sabar eeaa…

Meita 2: Nah, tapi agak siang langsung pada nelpon kenapa gimana. Trus aku dijemput dari kos, ke rumah Bulekku. Dijemput adik sepupuku. Sesampainya di rumah bulekku, aku cm bs tiduran. Sakit banget. Akhirnya sore hari aku dibawa ke dokter spesialis bedah. Di sana, dokternya merujuk aku suruh tes darah dan urine. Tapi, yang mengejutkan, hasil tesnya negatif semua. Aku nggak mengalami yg namanya batu ginjal atau infeksi saluran kencing. Maka, berpikir keraslah pak dokter. Sakit apa sebenarnya aku ini. Dan, sampailah pada kesimpulan: kemungkinan infeksi usus buntu. Aku disuruh tes appendicogram namanya. Sebelum tes itu, harus minum cairan putih kayak susu, rasanya kayak kapur huuekkk…Nah, hasil appendicogram menunjukkan kalau aku beneran infeksi usus buntu. Kemudian, aku ke rumah sakit rujukan asuransi kesehatanku. Oleh dokter di rumah sakit itu disarankan untuk operasi. Yang bikin kaget adalah operasi bakal dilakukan hari itu juga! jeng...jeng...

Maita 1: Wah, mendadak dong

Meita 2: salah ketik tuh namanya.

Meita 1: Oh, iya.

Meita 2: Nah, siang itu juga aku masuk ruang gawat darurat, diinfus, suruh puasa, di tes ini itu, suntik ini itu, ditanyai oleh dokter ini itu

Meita 1: capek banget ya?

Meita 2: Bukan capek lagi, tp mental jg drop, untungnya masih manteb buat operasi biar cepet selese sakitnya

Meita 1: trus, akhirnya operasi jam berapa?

Meita 2: Masuk ruang operasi jam 7, keluar operasi katanya jam setengah 12 malem

Meita 1: Hah! Lama banget

Meita 2: Iya, lama nunggu aku sadar dari bius kayaknya

Meita 1: Bius total apa lokal?

Meita 2: Total makanya lama

Meita 1: Duh, gimana tuh rasanya?

Meita 2: Nggak tahu, tahu-tahu udah dibangunin dokternya, dan ditanya orang yg ada didepanku siapa, aku ngawur aja jawab itu bapakku. ternyata benar. Bapakku lega. Sepertinya.
Ya gitu deh...dan ya oloohh...ternyata gitu rasanya operasi dan dibius. Kepala pusing, kantuk tak tertahan. Dan kebelet pipis (padahal udah dikateter). Inget kan kalo saya ini tipe pemabok rese? Nah, itulah. Sepanjang ruang operasi ke bangsal, aku cuma teriak-teriak "ngantuk, ngantuk banget. mumet, mumet banget. kebelet pipis, kebelet pipis banget" gitu terus

Meita 1: BHAHAHAKK =)) =))

Meita 2: Besoknya, kurasa itulah rasa sakit paling hebat yang pernah kualami

Meita 1: lebay ah

Meita 2: BENERAN!! rasa sakitnya itu kayak ada yg nyilet-nyilet di bawah kulit. Apalagi kalau habis disuntik lewat infus, udah masuk obatnya suakit buangettt, trus habis itu sakit di perut, di bagian luka.

Meita 1: Tapi seneng kan banyak yang jenguk?

Meita 2: Iya, sih...banyak yang jenguk. dari temen2, kerabat, temen kantor ^^

Meita 1: Trus, sekarang udah bisa beraktivitas?

Meita 2: Ya dikit-dikitlah. Udah mulai masuk kantor juga ini. Daripada di rumah cuma kepikiran cicilan motor bhahak

Meita 1: -_-" ya udah deh. Semoga cepet sembuh, bisa beraktivitas lagi, dan kurusin tuh perut buncit bhahak

Meita 2: buntutnya kok nggak enak ya? Baiklah....makasih? *cium*

Meita 1: Ih....

5 comments:

artika maya said...

semoga kau cepat bertobat mbah, postingan ini terlalu panjang. ane harus peras keringat 11 kali cobak!
eniwei, kurasa dokternya gk profesional tuh mknya jd skt. dan, aku pen liat macam mana perut buncitmu, bhahahk

Meita Sandra said...

tapi...tapi...tapi...biasanya yg panjang-panjang disukai :p baiklah...untuk kali ini saja postinganku panjang, lain kali nggak panjang, mungkin agak sedikit aja panjangnya #kusut

ya, ntar sore, liatlah perutku yg buncit ini -__-"

artika maya said...

gkpapa panjang... hahaha.. itu kan terserah yg punya blog :p

dan perutmu sama aja kyk yg dulu :p

jack_2stroke said...

Sis ane numpang nanya
Mohon jawab yg jujur ya
Ane jg hasil pemeriksaan appendicogram kena usus buntu tapi kronis jd ga sakit banget
Hanya kadang nyeri dikit,
Itupun jarang,jadi ga harus oprasi saat ini jg,cuma nantinya kata dokternya bakal jadi akut yg sakitnya minta ampun
Nah yg ane mau tanyain sis oprasi pake bedah biasa ato laparoskopi?di rmh sakit mana?
Rasa sakit setelah obat biusnya ilang gimana?apa sakitnya minta ampun kaya di iris iris gt di bekas lukanya?
Ane takut bener nih kalo hrs di oprasi
Btw ad ym or pin bb nda?
Add ane ya pin:23C1AE44
Ym : jack_2strokefans@yahoo.com
Supaya ane bs tanya tanya,thx

Meita Sandra said...

hai, jack...sebagian udah aku jawab di email ya... :) operasinya aku di RS Sardjito, Jogja. Kalau sakitnya setelah operasi ya sakit, tapi nanti kan dikasih obat penghilang rasa sakit sm dokternya.