22.10.10

Tukang Ledeng yang Bikin Puyeng


Mandi pagi ini tidak begitu menyenangkan. Asemm….Saluran air mampet, jadilah saya harus menunggu kalau mau mengguyur badan karena air buangan menggenang semata kaki. Awalnya saya mengira kemampetan ini karena saluran air tersumbat oleh rambut atau kotoran. Ternyata penutup saluran air  yang entah diapakan oleh si tukang ledeng DDR (daya dong rendah) itu hingga membuat air tak mengalir sebagaimana mestinya. Well….bencana terhadap sanitair di kost ini sebenarnya sudah yang kesekian kali dia buat. Baiklah, saya akan membuatkan daftar ketidak-dong-annya itu:
1.    Kran kloset yang bau kalau ditekan. Jadi, lebih baik mengguyur manual dengan gayung kalau habis pup daripada mencium bau tidak menyenangkan. Menurut saya, ini karena dia salah memasang pipanya, jadi uap kloset masuk ketika kran ditekan, kebayang kan gimana baunya? Yieks…
2.    Lantai kamar mandi yang merembes ke bawah. Ini yang paling menyebalkan dari semua. Kenapa? Kamar mandi kami terletak di lantai dua, otomatis kamar mandi di lantai bawah jadi berjamur dan kadang air menetes dari lantainya. Kamar mandi ini dipakai oleh anak bapak kost yang…well..nanti aja ceritanya hahaha. Nahhh, dia inilah yang selalu protes kepada kami kalau kamar mandinya merembes air. Dia akan bilang: “Teman-teman, maaf ya…kamar mandi atas belum bisa dipakai dulu. Nanti siang baru tukangnya datang benerin. Untuk sementara, bisa pakai kamar mandi bawah.” Kami berharap kalau siang hari si tukang ledeng DDR itu bisa mengatasi masalah itu. ternyata, dia tidak datang dan mengatasi masalahnya siang harinya. Pernah, kami harus menunggu selama 3 hari -_-“ dan anak bapak kost selalu selalu dan selalu berkata seperti itu. It means, si tukang ledeng DDR itu tidak bisa mengatasi masalah! Menjengkelkan.
3.    Bak kamar mandi yang tidak bisa dikuras. Saat memperbaiki masalah di atas, dia membongkar penutup bak, kemudian, dia lumuri pipa penutup bak itu dengan semen, brilian sekali, hum? So, jadilah penutup bak itu tidak bisa dibuka. Kami harus menggayung air hingga habis kalau ingin menguras bak kamar mandi. Saya sudah membeli selang untuk menguras, tapi tampaknya saya salah strategi hahaha jadilah harus menguras manual lagi. Sigh….
4.    Kran bak cuci piring yang dia ganti seenak udelnya.  Sebenarnya kran ini tidak begitu bermasalah, hanya jika menutup tidak sempurna, akan menetes, tapi bukan big deal lah. Justru yang bermasalah adalah kran di bawah tampungan air. Syahdan, dipanggillah dia oleh bapak kost. Dan, entah ilham apa yang dia dapat, sekonyong-konyong setelah dia mengganti kran di bawah tampungan air, dia mengganti kran dapur. Yang menjadi masalah adalah, dia tidak menggantinya dengan benar. Hari pertama setelah dia ganti : kran tersebut tidak bisa mengalir, ternyata banyak pasir di dalam kran. Dibongkar oleh teman saya, sudah bisa mengalir. Hari kedua: kran itu kendor, jadi kalau air dinyalakan, airnya mengalir ke segala arah. Ternyata dia hanya membalut kran dengan selotip putih pipa (entah apa namanya) satu kali, jelas saja tidak kencang. Brr….Hari ketiga: air mengalir dari sisi bak cuci piring. Ternyata pipanya bocor, saya tambal pakai semen. Masalah teratasi.
5.    Terakhir, ya tadi pagi itu, entah apa yang dia perbuat hingga air buangan mandi tidak mengalir sebagaimana mestinya. Biasanya, kalau yang menyumbat rambut atau kotoran, bisa dibuka penutupnya dan dibersihkan, tapi sepertinya berkat ide cemerlangnya itu, penutup itu dia semen.
Yah, seperti bunyi sebuah hadis: jika suatu urusan tidak diserahkan pada ahlinya, tunggulah kehancurannya. Mungkin dia memang bukan ahli ledeng, mungkin hanya tukang sayur yang lewat depan rumah lalu dipanggil oleh bapak kost. Entahlah….

6 comments:

Oret-Oretan weki said...

huahahahahak...
Setiap mau mandi jadi pamit "sek yo, budal adus sek", dengan berbekal ember penuh peralatan mandi (sampo, sikat gigi, sabun, sampo+contitioner, sabun cuci muka, etc)di tangan kiri,baju ganti di tangan kanan dan handuk tersampir di bahu, udah serasa mau mandi di kali manaaa gitu hahahahag....
Segala sesuatu emang harus diserahkan pada yg ahli kok ya mit, dari pada sengsara berkelanjutan (so sad). Tapi bagaimanapun akuilah kos qt lumayan lah mit, apalagi dengan tambahan benda dingin yg nyempil di deket tangga itu hehehe...

Meita Sandra said...

hahaha tp nek tiap kali harus menghadapi masalah yg sama jengkel jg kan, ra? yep, tetap bersyukur dgn kots kita :D

maya said...

Lantai kamar mandi yang merembes ke bawah...? air kali y mksd km bukan lantai kamar mandi.

Sebenarnya kran ini tidak begitu bermasalah, hanya jika menutup tidak sempurna, akan menetes...
justru itu sangat mslh besar. kebayang gk ada brp liter air dlm sehari yg mengalir percuma. hello.. air bersih jangan disia2kan. global warming.

pemecahannya cm satu: lapor ke anak si bpk kos, huahahha.... (u talk to her, me not)

Meita Sandra said...

haahaha maafkan beberapa kesalahan di atas :D
waduh, ane ya yg harus ngomong k anak bapak kost? ara waeee... *kabur

maya said...

yah, slh satu dr kalian dh. hohoho....

Oret-Oretan weki said...

woooo apa2 an ki (nggandoli tangan e mita ben gak kabur trus dicencang nang ngarep e jemuran sek ben aman, ra kabur-kabur maneh)
ahhhh....Taro karo Xena wae kon nglapor ke "oknum" tersebut wakakakak... (modus operandus comicus gak becus)
iso2 awakdewe iso mbaleni adus kali mode on maning kie @>--