2.11.10

"Nyuwun Donga Kemawon"

Berita meletusnya Gunung Merapi memang tidak bisa saya ikuti tiap detik karena tidak ada tivi di tempat tinggal. Tapi, dua hari yang lalu saya kebetulan melihat tayangan berita di tivi yang menyiarkan liputan kondisi di pengungsian Gunung Merapi. Di tayangan itu seorang nenek diwawancarai oleh reporter tivi. Nenek itu tertinggal di desanya saat evakuasi. Anaknya lebih memilih menyelamatkan anak-istrinya. Begini cuplikan wawancara tersebut:

Reporter: Mbah, kok bisa tertinggal dari anaknya?
Simbah: o, kan anak saya menyelamatkan anak-istrinya dulu. gak pa-pa kok, saya ikhlas, asal mereka selamat. saya kan sudah tua.
Reporter: gak pa-pa, Mbah ditinggal sendiri?
Simbah: gak pa-pa yang penting mereka selamet
Reporter: Mbah, ada yang mau disampaikan sama pemirsa nggak, Mbah? Simbah minta apa sama pemirsa?
Simbah: oo, mboten nyuwun nopo-nopo (tidak minta apa-apa). Minta doa saja. semoga diberi keselamatan, ayem, tentrem.
Reporter: Bener, Mbah, nggak minta apa-apa? Beras misalnya?
Simbah: oo... kalau beras minggu kemarin sudah dikasih sama Pak Lurah. Minta doa saja hehehe...

Mata berkaca-kaca menyaksikan tayangan itu. Masih adakah orang se-legowo Simbah, yang hanya membutuhkan doa saja?

2 comments:

maya said...

haish.. gara2 koneksi inet gw kek ingus, komen gw yg td gk nongol ya. ok, ane ulang:
drpd lu nanya2 msh ada org yg kek si mbah ato gk, knp gk mulai dr diri lu sndr. tar yang lainnya pd ngikut kok.

Meita Sandra said...

hehehe injih, buuu :D siap!